Akibat Polusi Udara: Otak Mengecil!

Advertisement

Apakah anda sering menghirup udara yang tidak bersih setiap harinya? Apakah anda setiap hari berangkat dan pulang kerja mengendarai kendaraan bermotor dan terbiasa menghirup asap knalpot? Bila demikian, maka anda adalah orang yang memiliki risiko pengecilan volume otak! Efek jangka panjang paparan polusi udara terhadap kapasitas volume otak telah diteliti, dan hasilnya sangat mengejutkan. Para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan Boston University School of Medicine menyimpulkan bahwa volume otak berkurang ketika terkena paparan polusi udara, sekaligus juga meningkatkan risiko terkena stroke.

Pada penelitian ini, sebanyak 943 orang diperiksa ukuran otaknya menggunaan MRI sebelum penelitian, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang setelah mereka selesai menjalani penelitian. Orang yang terkena stroke dan dementia dikecualikan dari penelitian ini.

Ternyata ditemukan bahwa orang yang terkena paparan polusi udara dalam jangka waktu lama mengalami pengecilan ukuran otak. Setiap terkena 2 mcg partikel halus polutan udara, maka otak mengecil sebesar 0,32 % dari ukuran semula. Selain itu, pengecilan ukuran otak ini juga dikaitkan dengan semakin besarnya risiko “silent stroke”, yakni sebesar 46 %. “Silent stroke” adalah stroke tanpa gejala, namun bisa dideteksi pada pemeriksaan MRI. Silent stroke ini bisa berkembang menjadi stroke yang sebenarnya.

Terdapat penelitian sebelumnya yang telah mengkaitkan polusi udara dengan kerusakan otak pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengkaitkan antara polusi udara dengan berkurangnya ukuran otak dan meningkatnya risiko terkena stroke pada orang dewasa.

Mekanisme berkurangnya ukuran otak ini belum diketahui dengan pasti, namun telah diketahui sebelumnya bahwa inflamasi atau peradangan otak dapat mengurangi ukuran otak, sehingga para peneliti menduga bahwa pengurangan ukuran otak ini disebabkan karena inflamasi. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal “Stroke’ oleh American Heart Association.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *