4 Kesalahan yang Harus Dihindari oleh Apoteker Farmasi Klinik

Advertisement

Praktek sebagai apoteker farmasi klinik di bangsal merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan penggunaan obat-obatan yang digunakan pasien. Sebagai salah satu bagian dari profesional kesehatan yang praktek di rumah sakit, apoteker farmasi klinik dituntut untuk menguasai berbagai aspek terkait obat, antara lain mekanisme kerja obat, pemilihan obat yang tepat bagi pasien tertentu, tata cara penggunaan obat yang benar, hingga urusan klaim asuransi kesehatan, misalnya BPJS Kesehatan. Guna mencapai kesuksesan praktek sehari-hari, maka berikut ini dirangkum secara singkat beberapa kesalahan yang tidak sengaja sering dilakukan oleh apoteker farmasi klinik ketika praktek di bangsal.

Tidak Update Ilmu
Perkembangan tatalaksana penyakit yang pesat perlu diantisipasi oleh apoteker farmasi klinik agar tidak ketinggalan jaman dan dapat mengikuti kebutuhan pelayanan informasi obat di bangsal. Supaya mendapatkan update ilmu pengetahuan, diharapkan apoteker farmasi klinik meluangkan waktu setidaknya satu jam sehari untuk membaca jurnal penelitian terbaru dari sumber terpercaya. Internet merupakan sarana murah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah ilmu.

Tidak Menguasai Teknik Berkomunikasi
Kemampuan komunikasi yang baik akan mendorong kesuksesan praktek farmasi klinik. Komunikasi yang dimaksud disini adalah teknik menyampaikan pendapat kepada tenaga kesehatan lainnya dengan cara simpatik dan elegan. Diperlukan latihan dan praktek yang cukup lama agar bisa berkomunikasi dengan baik, namun bagi yang baru memulai praktek farmasi klinik tidak perlu berkecil hati karena seiring berjalannya waktu maka kemampuan ini akan terasah dengan baik.

Tidak Akrab dengan Profesional Kesehatan Lain
Bangsal rumah sakit merupakan tempat praktek berbagai profesi kesehatan, misalnya dokter, perawat, ahli gizi, rehab medik, dan tentunya apoteker farmasi klinik. Keakraban diperlukan untuk mencairkan suasana yang kaku, dan bermanfaat untuk mempermudah menyelesaikan berbagai permasalahan di bangsal. Untuk menjalin keakraban, diperlukan komunikasi yang baik dan simpatik.

Merasa Kurang Percaya Diri
Faktor psikologis kurang percaya diri merupakan pembunuh nomor satu yang pelan-pelan akan mematikan karir farmasi klinik. Kurangnya percaya diri biasanya disebabkan oleh karena kurangnya wawasan keilmuan seseorang akan hal tertentu, dalam hal ini adalah ilmu farmasi klinik. Untuk mengatasi ini, langkah yang terbukti manjur adalah dengan menambah wawasan keilmuan dengan cara update keilmuan seperti yang telah dibahas pada point pertama.

Demikian beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam praktek farmasi klinik di bangsal rumah sakit. Semoga dapat dihindari.

Penulis:
Mahirsyah Wellyan TWH, Apt., MSc.
Praktisi Farmasi Klinik di RSUP Dr Kariadi Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *